Jenis Serangan Cyber Crime
Secara umum, keamanan komputer (computer security)
memiliki banyak makna, karena dapat dilihat dari berbagai sisi. Menurut
Garfinkel dan Spafford, suatu komputer dapat dikatakan aman jika bisa
diandalkan dan perangkat lunaknya bekerja sesuai dengan yang diharapkan
oleh pengguna. Secara garis besar, keamanan komputer mencakup empat hal
mendasar, yaitu keamanan secara fisik (physical security), keamanan akses (access security), keamanan data (data security), dan keamanan jaringan (network security).
Keamanan secara fisik dapat dilakukan dengan menempatkan sistem
komputer pada tempat yang mudah diawasi, hal ini dilakukan untuk
mengantisipasi kelalaian / keteledoran pengguna yang seringkali
meninggalkan terminal komputer dalam keadaan hidup Log On. Hal ini
dapat mengakibatkan pihak lain dapat mengakses beberapa fasilitas
sistem komputer. Keamanan akses biasanya menjadi tanggung jawab dari
administrator sistem, dalam hal ini seorang administrator harus mampu
mengontrol dan mendokumentasi seluruh akses terhadap sistem komputer.
Keamanan data dilakukan dengan menerapkan sistem tingkatan akses dimana
seorang hanya dapat mengakses data tertentu saja yang menjadi haknya.
Keamanan jaringan berkaitan dengan pemanfaatan jaringan umum seperti
internet dan ekstranet. Pengamanan jaringan dapat dilakukan dengan
kriptografi dimana data yang sifatnya sensitif dilakukan enkripsi
(penyandian) terlebih dahulu sebelum ditransmisikan melalui jaringan.
Keamanan komputer mempunyai beberapa persyaratan, yang meliputi secrecy, integrity, dan availability. Secrecy
berhubungan dengan hak akses untuk membaca data/informasi dari suatu
sistem informasi, dalam hal ini suatu sistem komputer dikatakan aman,
jika suatu data/informasi hanya dapat dibaca oleh pihak yang telah
diberikan hak/wewenang. Integrity berhubungan
dengan hak akses untuk mengubah data dari suatu sistem komputer, dalam
hal ini suatu sistem komputer dikatakan aman, jika suatu data hanya
dapat diubah oleh pihak yang berwenang. Avaibility
berhubungan dengan ketersediaan data pada saat yang dibutuhkan, dalam
hal ini suatu data dapat diakses dan dimanfaatkan oleh pihak yang
berhak.
Di era informasi seperti sekarang ini, data/informasi sudah
menjadi suatu aset yang sangat berharga bahkan bisa dikatakan sangat
vital, sehingga kebocoran, kehilangan, ataupun kerusakan terhadap
data/informasi dari suatu instansi dapat mengancam kelangsungan hidup
instansi yang bersangkutan. Mengingat berharganya suatu data/informasi,
maka tidaklah heran jika bermunculan beberapa pihak yang tidak
bertanggung jawab yang berusaha mencuri maupun mengubah dan merusak
data/ informasi dari sistem komputer milik suatu instansi tertentu.
Seorang administrator yang baik, tentunya perlu mengetahui
bentuk-bentuk ancaman apa saja yang mungkin terjadi pada sistem
komputer yang sedang ditangani. Pada dasarnya bentuk ancaman terhadap
suatu sistem komputer dapat dibedakan menjadi empat kategori, yaitu: Interruption, Interception, Modification, dan Fabrication.
Interruption merupakan suatu bentuk ancaman
terhadap availability, di mana suatu data dirusak sehingga tidak dapat
digunakan lagi. Tindakan perusakan yang dilakukan dapat berupa
perusakan fisik maupun non-fisik. Perusakan fisik umumnya berupa
perusakan harddisk dan media penyimpanan lainnya serta pemotongan kabel
jaringan, sedangkan perusakan non-fisik dapat berupa penghapusan suatu
file-file tertentu dari suatu sistem komputer.
Interception merupakan suatu bentuk ancaman
terhadap secrecy, di mana pihak yang tidak berhak berhasil mendapat hak
akses untuk membaca suatu data/ informasi dari suatu sistem komputer.
Tindakan yang biasa dilakukan biasanya melalui penyadapan data yang
ditransmisikan lewat jalur publik/umum. Tindakan seperti ini biasa
dikenal dengan istilah wiretapping dalam wired networking (jaringan
yang menggunakan kabel sebagai media transmisi data).
Modification merupakan suatu bentuk ancaman
terhadap integrity, di mana pihak yang tidak berhak berhasil mendapat
hak akses untuk mengubah suatu data/ informasi dari suatu sistem
komputer. Biasanya data/informasi yang diubah adalah record dari suatu
tabel pada file basis data.
Fabrication juga merupakan suatu bentuk ancaman
terhadap integrity. Tindakan yang biasa dilakukan adalah dengan meniru
dan memasukkan suatu objek ke dalam sistem komputer. Objek yang
dimasukkan bisa berupa suatu file maupun suatu record yang disisipkan
pada suatu program aplikasi.
Setelah mengetahui beberapa bentuk dasar dari ancaman terhadap
sistem komputer, diharapkan seorang administrator yang baik mampu
melakukan analisis yang tepat ketika terjadi penyerangan atas sistem
keamanan pada komputer yang sedang ditangani. Selain itu, seorang
administrator juga tetap harus waspada terhadap keamanan komputer,
karena setiap tindakan penyerangan terhadap suatu sistem komputer
memiliki cara yang berbeda-beda walaupun bentuk dasarnya selalu sama.
Referensi :
[1] Dasar-dasar Keamanan Komputer,
http://irma14.blogspot.com/2008/09/dasar-dasar-keamanan-komputer.html,
diakses tanggal 4 Oktober 2010 pukul 09.00.
[2] Saltzer, Jerome H. and Schroeder, Michael D. 2000. The
Protection of Information in Computer Systems. University of Virginia,
Department of Computer Science.
[3] S. Garfinkel, A. Schwartz, and G. Spafford. 2003. Practical Unix & Internet Security, 3rd Edition. O’Reilly.
[4] Sibert, W. Olin. Malicious Data and Computer Security. InterTrust Technologies Corporation.
sumber : http://soulofmyheart.blogspot.com/2010/10/keamanan-komputer-dan-ancamannya.html
aYO semangat dlm belajar
BalasHapus